Bacakan Buku, Agar Anak Tidak Kecanduan Gawai

Persoalan umum yang dialamai generasi zaman sekarang adalah minim ketertarikan pada buku. Buku dianggap kurang menarik karena dinilai kurang praktis, di samping ukurannya yang besar dan berat, juga tidak mudah dibawa. Mereka lebih tertarik pada gawai, selain praktis dan simple, gawai juga menjawab semua kebutuhan, mulai permainan maupun keinginan lainnya. Padahal banyak sekali manfaat membaca buku.

Karenanya orang tua sangat dianjurkan untuk meluangkan waktu  membacakan buku kepada anaknya. Banyak manfaat yang didapat dari aktivitas membacakan buku bersama anak. Manfaat tersebut  antara lain menyiapkan anak untuk bisa membaca, memperkaya kosakata, dan membiasakan  mencari sumber yang terpercaya. Yang lebih penting lagi membaca buku bersama anak akan lebih mendekatan ikatan emosional antara anak dan orang tua.

Demikian dikatakan pakar psikologi anak  Elisabeth  Indira saat memberikan materi parenting dalam kegiatan Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku) di KB-TK Nasima Jl. Puspanjolo Tengah Raya No 69  Semarang, Sabtu (25/3) lalu. Kegiatan yang diiikuti oleh 120 orang tua murid Toddler-KB-TK Nasima tersebut berlangsung meriah dan semarak.

Kepala KB-TK Nasima Elly Fajarwati  dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan Gernas Baku di lembaganya merupakan bagian dari program Direktorat PAUD Kemndiknas. Sebenarnya kegiatan ini secara resmi akan diluncurkan 5 Mei 2018, tetapi KB-TK Nasima telah memulainya lebih dulu.

“Gawai tidak selamanya berdampak negatif, ada juga dampak postifinya bagi anak. Namun jika pemakaiannya tidak dikendalikan akan berdampak tidak baik terhadap perkembangan psikologi anak. Anak yang terlalu banyak bermain gawai dikawatirkan perkembangan sosial emosionalnya akan terganggu, karena terlalu asyik dengan dirinya sendiri” kata Elly

Anak-anak mestinya tumbuh dan berkembang sesuai fitrahnya. Setidaknya ada enam aspek yang harus diseimbangkan dalam fase pertumbuhannya. Keenamnya adalah aspek agama dan moral, fisik motorik, kognitif, sos­­­­ial emosional, bahasa dan seni. Karenanya menurut Elly kegiatan membacakan buku untuk anak ini sangat penting dilakukan oleh orang tua karena enam aspek tersebut dapat tercakup dalam aktivitas membaca. Selain juga dapat membentuk interaksi yang hangat antara orang tua dan anak.

Salah seorang peserta kegiatan Arini mengatakan bahwa dia sebagai orang tua sangat senang dengan adanya kegiatan tersebut. Banyak hal bermanfaat yang didapat dengan mengikuti tersebut.

“Apa yang disampaikan narasumber  merupakan fakta  yang kita alami sehari-hari. Bagaimana sulitnya mencegah anak bermain gadget dan serta efek negatif lainnya. Tidak hanya itu tadi juga disampaikan bagaimana menumbuhkan minat baca pada anak.. Saya jadi  tersadar,   saya termasuk orang yang tidak begitu sering membacakan anak buku.  Insya Allah sesibuk apapun, kami sebagai orang tua akan berkomitmen untuk lebih sering lagi membacakan buku untuk anak. Karena kita tahu manfaatnya banyak sekali” kata ibu dua anak ini yang juga berprofesi sebagai dokter.

Gernas Baku  adalah suatu gerakan untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga Indonesia dalam meningkatkan minat baca anak melalui pembiasaan di rumah, di lembaga PAUD, dan masyarakat. Selain parenting acara Gernas baku di KB-TK Nasima juga digelar membaca buku bersama orang tua dan anak  dan donasi buku dari orang tua untuk perpustakaan sekolah. (Muslihudin el Hasanudin)

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

3849876
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total pengunjung
952
680
2735
3841855
17373
31756
3849876
Your IP: 54.224.150.24
Server Time: 2018-10-23 07:44:51

Link Sekolah

Dinas Pendidikan Kota Semarang