Dalami Budaya Suku Sasak, 58 Siswa Nasima Jelajah Nusantara ke Lombok

Karakter nasionalis atau cinta tanah air  adalah karakter fundamental  yang saat ini harus dimiliki generasi bangsa untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sikap nasionalisme mencakup cara berpikir, bersikap, berbuat, menghargai, dan peduli terhadap lingkungan sosial, bahasa, dan budaya di sekitarnya.

Berbagai persoalan bangsa-termasuk radikalisme tumbuh karena  generasi bangsa ini tidak memiliki karakter tersebut. Karenanya sikap nasionalisme ini harus ditanamkan secara nyata kepada siswa sebagai calon pemimpin bangsa.

 

Demikian dikatakan oleh Manajer Pendidikan Sekolah Nasima Dwi Sukaningtyas seusai menerima Tim Jelajah Nusantara SMA Nasima  dari perjalanan ke Lombok Nusa Tenggara Barat baru-baru ini. Selama 6 hari tim yang terdiri dari 58 siswa kelas XI dan 6 guru pendamping tersebut melaksanakan Jelajah Nusantara (JN) ke mengunjungi berbagai tempat di Bumi Seribu Masjid tersebut. Seperti kawasan Desa Adat Belek Sembalun, Senaru, Sasak, Masjid Kuno di Bayan, kawasan Gunung Rinjani, termasuk  panorama alam di Lombok Utara sperti Gili Trawangan dan sekitarnya.

 “Indonesia negeri yang sangat kaya. Wilayahnya membentang dari Merauke sampai Sabang, dari Miangas sampai Rote. Di dalamnya tinggal suku bangsa dengan  keunikan bahasa dan budayanya. Sebagai anak bangsa kita berkewajiban untuk mengenal dan mempelajarinya. Agar tumbuh sikap menghargai, handarbeni, dan toleransi di antara bangsa Indonesia” kat Dwi.

Dwi menambahkan kegiatan JN merupakan program  tahunan yang diselenggarakan Sekolah Nasima. JN ke Lombok  yang mengusung tema “Exploration to Traditional Trible of Sasak” ini merupakan JN ke X. Objek pelaksanaan JN setiap tahun berbeda-beda sesuai blue print program.

Sebelumnya Tim JN SMA Nasima juga pernah melakukan ekspedisi ke Suku Batak Karo di Danau Toba Sumatera Barat, Suku Dayak di Kalimantan, Suku Bugis di Makassar Sulawesi Selatan dan berbagai suku  lain di Indonesia. Dengan mengikuti kegiatan Jelajah Nusantara para siswa diharapkan akan mendapatkan pengalaman empiris tentang kekayaan dan keragaman budaya, adat istiadat, dan alam Indonesia.

Mochamad Rifqi Bariq salah seorang siswa Kelas XI mengaku sangat senang dengan kegiatan JN. Menurutnya, dengan kegiatan JN ia mendapatkan banyak pengalaman berharga dan bermanfaat.

“Seru banget. Amazing. Kita bisa melihat lebih saudara sebangsa kita di sana.   Mulai dari budayanya,adat istiadatnya,  sampai keunikan-keunikan tentang suku Sasak bisa  kita lihat. Misalnya waktu kita di Desa  Adat Sasak Ende. Di sana kan dipertontonkan sebuah tari yang dinamakan Tari Perisai. Tari itu konon untuk meminta hujan. Dilakukan secara berpasangan. Seperti orang  perang begitu, saling serang dengan diiringi musik tradisonal. Dulu saat mementaskan tari itu  kalau ada yang sampai berdarah kepalanya, berarti hujan bisa turun. Makanya saya tertarik mencobanya” kata Bariq.

Program JN  tidak hanya dilaksanakan oleh siswa, tetapi juga oleh pendidik dan kependidikan di Sekolah Nasima. Beberapa waktu lalu, delapan guru dan karaywan di Sekolah Nasima telah melaksanakan ekspedisi JN ke Nusa Tenggara Timur seperti Pulau Ndana, Pulau Rote, PLBN Motamasin Malaka, PLBN Motain Atambua, Pulau Ende Flores, dan Labuan Bajo (Muslihudin el Hasanudin).

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

3725597
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total pengunjung
73
510
1832
3715648
19579
33201
3725597
Your IP: 54.80.247.119
Server Time: 2018-06-20 01:59:54

Link Sekolah

Dinas Pendidikan Kota Semarang